Blog Image

Blog

Keunikan Belgia, Negara Produsen Cokelat Berkualitas Tinggi di Eropa

January 28, 2019
/
Panduan
Keunikan Belgia, Negara Produsen Cokelat Berkualitas Tinggi di Eropa image

Via nytimes.com



Ketika mendengar Belgia, salah satu hal yang muncul dalam benak banyak orang adalah cokelat. Cokelat Belgia memang sudah terkenal di penjuru dunia sebagai salah satu yang memiliki kualitas terbaik. Tak heran, orang Belgia memang menganggap cokelat dengan serius. Selain itu, cokelat juga merupakan bagian penting dalam ekonomi dan budaya negeri ini.

Belgia

Bandara Internasional Brussels adalah pusat penjualan terbesar cokelat di dunia – via moodiedavittreport.com

Tidak ada standar universal untuk menetapkan hasil produksi cokelat diberi label ‘Belgia’. Standar yang paling umum diterima menetapkan bahwa produksi cokelat tersebut harus benar-benar dilakukan di Belgia. Pengolahan, percampuran, dan proses conche harus dilakukan di dalam negeri Belgia yang mempunyai aturan tertentu untuk produksi cokelat.

Belgia

Chocolatier asal Belgia yang sedang membuat cokelat – via YouTube oleh Chocolate Production by Chocolates for Chocoholics

Keunggulan cokelat Belgia ini bahkan dapat kita lihat kisah dan prosesnya di museum cokelat Choco-Story. Museum yang terletak di kota Bruges, Belgia ini adalah salah satu museum cokelat di dunia yang wajib dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup. Bagi yang penasaran akan rahasia cokelat Belgia yang begitu enak dan terkenal bisa memperoleh jawabannya di lantai 3. Di sini dipaparkan manfaat kesehatan dari mengonsumsi cokelat. Juga keunggulan proses pembuatan dan pengemasan cokelat Belgia.

Belgia

Museum Choco-Story di Bruges, Belgia – via expedia.com

Puas mempelajari dan mencicipi aneka cokelat, sebelum ke luar museum pun, kita masih disuguhi proses pembuatan cokelat secara langsung. Bahkan bisa ikut membuat cokelat dan mencicipinya. Jika belum puas makan cokelat pun bisa membelinya di toko oleh-oleh yang terletak di dekat pintu keluar museum.

Belgia

Di Musem Choco-Story, pengunjung bisa melihat proses pembuatan cokelat secara langsung – via YouTube oleh Barbara Kwaciszewska

Choco-story ini dimiliki oleh pasangan ayah anak Eddie dan Cedric Van Belle yang juga memiliki Frietmuseum atau museum kentang goreng di Bruges. Ya, kentang goreng pun ada museumnya di Belgia, dan bahkan merupakan museum kentang goreng satu-satunya di dunia. Tak aneh, karena faktanya kentang goreng, atau yang populer disebut ‘french fries’, telah diklaim ditemukan di Namur, Ibu Kota Wallonia, Belgia pada abad ke-17.

Belgia

Frietmuseum – via Flickr oleh Mike Serigrapher

Saat itu penduduk Namur dan sekitarnya yang berbatasan dengan sungai Meuse selalu mendapatkan ikan sebagai lauk utama. Namun pada suatu ketika badai salju datang membuat sungai mengkristal seperti blok es batu, penduduk tidak bisa menemukan ikan dan menemukan ide dengan cara memotong-motong kentang menjadi kecil seperti ikan haring dan menyajikannya sebagainya substitusi ikan goreng.

Belgia

Via nydailynews.com

Lalu tentara Amerika-lah pada Perang Dunia I yang menamai french fries untuk sajian kentang goreng kecil yang digoreng dua kali untuk menghasilkan rasa cruncy di luar dan fluffy di dalam. Karena orang yang memasak dan yang menyajikan berbicara dalam bahasa Prancis. Tentara-tentara ini mengira dia orang Prancis, para tentara tidak tahu bahwa di Belgia Wallonia (Namur, Andenne, Dinant) semua penduduknya berbahasa Prancis.

Belgia

Wilayah Flemish di utara dan Wallonia di selatan Belgia – via babbel.com

Penduduk Belgia memang tidak berbahasa Belgia, bukan pula berbahasa Inggris. Negara di Eropa Barat yang lebih kecil dari Jawa Tengah (Belgia 30.528 km², Jawa Tengah 32.801 km2) ini memiliki tiga bahasa nasional yaitu Bahasa Prancis, Belanda dan Jerman. Kebudayaan di negara ini pun merupakan hasil dari percampuran dua budaya dari dua kelompok bahasa dominan: orang-orang Flemish yang berbahasa Belanda (disebut juga Flemings dalam Bahasa Inggris) dan orang-orang Wallonia (Wallons) yang berbahasa Prancis.

Belgia

Pemandangan di Bruges, salah satu kota di daerah Flemish – Shchipkova Elena/Shutterstock

Flemish dan Wallonia adalah dua daerah yang mendominasi Belgia. Perbedaan budaya antara keduanya akan terlihat jika kita mengunjungi daerah Flemish di utara dan Wallonia di selatan. Bangunannya terlihat berbeda, bahkan dengan orang-orangnya. Kedua kelompok ini pada umumnya memiliki karakteristik berbeda, sehingga kadang terasa seperti negara yang terbelah dua. Orang-orang Flemings dikatakan lebih serius dan terlihat tekun karena mereka cenderung lebih pendiam dan tertutup. Sementara itu, orang-orang Walloons terkenal lebih santai, ekspresif, dan terbuka.

Belgia

Pemandangan di Dinant, salah satu kota di daerah Wallonia – via planetware.com

Jika ingin tahu kebenarannya, maka cobalah traveling ke dua daerah tersebut! Untuk berjalan-jalan mengelilingi Belgia, gunakanlah transportasi umumnya karena negara ini memilki layanan transportasi umum yang sangat baik dan tepat waktu, serta merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kualitas infrastruktur transportasi airnya pun menempati peringkat ke-6 dunia; di sini kita juga bisa menemukan kanal-kanal cantik.

Belgia

Via in-pictures.photoshelter.com

Kerennya lagi, pemerintah Ibu Kota Belgia, Brussels, berencana akan menggratiskan sistem transportasi umum dan sepeda bagi warganya. Hal ini sebagai bagian dari upaya menurunkan tingkat polusi dan memenuhi arahan kualitas udara Uni Eropa.



Sumber:

wikipedia.org
okezone.com
kliksolo.com
expatarrivals.com
travelandleisure.com
liputan.co.id