Blog Image

Blog

Pizzaiuolo, Seni Membuat Pizza yang Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO

June 20, 2019
/
Italia , Kuliner
Pizzaiuolo, Seni Membuat Pizza yang Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO image

Via straitstimes.com



Pernah melihat pembuatan pizza dengan cara dilempar ke atas sambil diputar-putar? Ternyata cara pembuatan pizza seperti itu bukan untuk sekadar menampilkan aksi demi menghibur yang menontonnya, lho! Teknik membuat pizza ini disebut ‘pizzaiuolo’, dan asalnya dari Napoli, Italia.



Apa itu Pizzaiuolo?

Pizzaiuolo

Via deccanchronicle.com

Kota Napoli, Italia memang terkenal sebagai tempat lahirnya pizza. Di kota ini juga lah terlahir seni pembuatan pizza yang disebut pizzaiuolo seiring dengan berkembangnya pizza. Praktik kuliner ini telah berlangsung sejak abad ke-16 dan telah diturunkan secara turun-temurun.

Pizzaiuolo adalah kebiasaan memutar adonan sambil melemparnya ke udara untuk "memberinya oksigen" agar pizza mengembang dengan sempurna saat dipanggang. Namun dalam praktiknya, pizzaiuolo ini bukan hanya soal memutar-mutar pizza di udara.

Terdapat 3 kategori pelaku pizzaiuolo, yakni master pizzaiuolo, pizzaiuolo dan pembuat roti. Master Pizzaiuolo atau disebut dengan "Masto" dalam bahasa setempat adalah orang yang sangat menguasai semua tahapan dan bertanggung jawab terhadap generasi baru pizzaiuoli. Selain itu seorang masto juga bisa melakukan pertunjukan seni pizza di hadapan publik.

Di bawah 'masto' ada 'guaglione' atau pizzaiuolo muda. Pelaku ini mengikuti gerakan tubuh dari master dan memastikan seni untuk menjadi seorang master. Terakhir adalah pembuat roti. Ia bertugas pada pembakaran pizza ke dalam oven kayu (disebut juga dengan 'pampuglie') dan memiliki kemampuan untuk dapat membedakan kayu yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengelolanya agar pizza yang dihasilkan sempurna.

Pada pelaksanaannya sendiri, pizzaiuolo melibatkan empat tahapan untuk menghasilkan sebuah pizza. Tahapan pertama adalah menggulung adonan kemudian membentuknya menjadi bola atau dalam Bahasa Italia disebut sebagai staglio. Kedua adalah melebarkan (Istilah Bahasa Italia: ammaccatura) dan memutar adonan sampai dapat diberikan topping pizza. Istilah ini dinamakan schiaffo atau saat adonan menjadi lebar dan elastis.

Selanjutnya, master pizzaiuolo mengolesi saus tomat dan sisa bahan-bahannya ditaburkan dari tengah ke arah luar searah jarum jam. Tahapan terakhir adalah memasukkan pizza ke dalam oven kayu dan memutarnya dengan sekop pizza.



Warisan budaya tak benda

Pizzaiuolo

Via c4ep.eu

Pada tahun 2017, pizzaiuolo ini resmi masuk dalam daftar ‘warisan budaya tak benda’ milik UNESCO. Untuk mendapat pengakuan tersebut tidaklah cepat. Kampanye tentang pengajuan pizzaiuolo untuk terdaftar sebagai budaya yang diakui oleh UNESCO telah berlangsung sejak 2009. Setelah bertahun-tahun melakukan kampanye, akhirnya pada 2017 UNESCO mengabulkan permohonan Italia dengan menetapkan pizzaiuolo sebagai warisan budaya dunia tak benda kemanusiaan milik Italia. Keputusan tersebut disahkan di Pulau Jeju, Korea Selatan pada 7 Desember 2017.

Sekitar 2 juta orang telah menandatangani petisi untuk mendukung proposal pizzaiuolo. Menurut Sergio Miccu, ketua Asosiasi Pizzaiuoli Masyarakat Napoli, mereka memperoleh banyak dukungan. Sebab mereka memberi iming-iming pembagian pizza gratis di jalan-jalan kota Napoli jika tradisi kuliner itu masuk ke dalam daftar bergengsi UNESCO.

Pizzaiuolo memang sudah sangat merakyat. Ritual unik ini bahkan diabadikan dalam lagu dan cerita rakyat masyarakat Napoli. Untuk itu, ini adalah keberhasilan yang sangat menyenangkan bagi masyarakat Italia.

Pizzaiuolo

Via cnn.com

Atas penetapan oleh UNESCO ini, Menteri Pertanian, Makanan dan Kehutanan Italia, Maurizio Martina bahkan memberikan respons dengan menulis kicauan "Victory!" di twitter sedangkan menteri pertanian sebelumnya, yakni Pecoraro Scanio mengunggah video tentang kemenangan. Sementara itu pada 8 Desember 2017, anggota Akrobat Pizzaioli Coldiretti merayakan ketetapan UNESCO dengan melakukan pertunjukan memutar pizza di Napoli.



Sumber:

wikipedia.org
idntimes.com