Blog Image

Blog

Bak Lukisan, Lembah di Swiss Ini Jadi Inspirasi The Hobbit

July 12, 2019
/
Objek Wisata , Swiss
Bak Lukisan, Lembah di Swiss Ini Jadi Inspirasi The Hobbit image

Via agoda.com



Desa-desa di Swiss terkenal akan pemandagannya yang bagaikan lukisan cantik, tak terkecuali desa yang satu ini. Terletak di lembah yang memiliki nama yang sama, Desa Lauterbrunnen bisa dibilang tempat tinggal idaman semua orang. Siapa yang tak mau, tinggal di tempat yang damai, cantik, dan tanpa polusi?



Lembah yang berisi 72 air terjun

Lauterbrunnen

Via Instagram/kardinalmelon

Lauterbrunnen merupakan nama lembah sekaligus desa yang terletak sekitar 70 km dari kota Bern, Swiss dan disebut-sebut sebagai lembah paling indah di Eropa. Lauterbrunnen memiliki arti ‘sumber air yang banyak’ dalam bahasa setempat. Rasanya pantas disebut begitu karena lembah ini memiliki banyak sekali air terjun. Di lembah yang memiliki lebar 1 km ini, terdapat sekitar 72 air terjun yang menyembur dengan indahnya dari puncak tebing ke dalam lembah.

Dari sekian banyak air terjun tersebut, ada satu yang paling terkenal di kalangan wisatawan, yakni air terjun Staubbach. Dengan ketinggiannya yang mencapai 300 meter, Staubbach menjadi salah satu air terjun tertinggi di Eropa. Yang tidak kalah mengagumkan dari Staubbach adalah air terjun Trummelbach yang ada di Gunung Black Monk.

Lauterbrunnen

Air Terjun Trummelbach – via expedia.com

Trummelbach tersembunyi di balik bebatuan raksasa, memiliki tinggi sekitar 200 meter dan menerjunkan 20.000 liter air per detiknya. Untuk merasakan megahnya Trummelbach, kita harus naik kereta gantung yang hanya bekerja saat musim panas.

Ada beberapa air terjun yang sangat tinggi dan tidak memiliki volume terlalu banyak. Air terjun tersebut seperti terpotong karena air yang jatuh sudah tersebar angin. Sehingga saat kita berdiri di bawahnya, tidak akan terlalu basah karena butiran air yang jatuh sangat kecil dan sedikit.



Situs Warisan Dunia UNESCO dan inspirasi lembah fiktif Rivendell

Lauterbrunnen

Via YouTube/Vezit

Desanya sendiri tidak terlalu besar, hanya 795 meter persegi. Namun alamnya yang menghipnotis membuat kita lupa betapa kecilnya Lauterbrunnen. Sepanjang mata memandang, bebatuan tinggi yang diselimuti pepohonan dan rumput nan hijau akan menyapa. Lanskap desa Lauterbrunnen benar-benar tampak seperti lukisan, dikelilingi dinding tebing terjal dengan rata-rata tinggi 300 meter serta terdapat tiga gunung yang mengelilinginya, yakni gunung Eiger, Monch, dan Jungfrau.

Lauterbrunnen

Via agefotostock.com/Blaine Harrington

Saat musim gugur, semua warna hijau di sini akan berubah menjadi kekuningan, oranye hingga cokelat. Belum lagi daun yang gugur akan menutupi jalan setapak sehingga tanah pun jadi oranye kecokelatan. Saat musim dingin, warna oranye seragam diselimuti dengan warna putih dari salju. Saat salju meleleh, pepohonan mulai bersemi, dedaunan kecil mulai menggeliat menyambut datangnya mentari.

Lauterbrunnen

Lukisan Lauterbrunnen (atas) dan Rivendell (bawah) dalam film The Hobbit – via stories.jungfrauregion.swiss

Keindahan desa Lauterbrunnen yang dramatis telah banyak mengundang rasa penasaran. Tak hanya memancing kedatangan wisatawan dari berbagai belahan dunia, desa ini pun kabarnya telah banyak menginspirasi musisi dan penulis terkenal dunia dalam menciptakan karya-karya fenomenal mereka, salah satunya dalam dunia fiktif 'The Lord of The Rings' dan 'The Hobbit' karya JRR Tolkien. Dalam adaptasi filmnya, kita bisa lihat betapa miripnya lembah Rivendell yang dengan lanskap Lauterbrunnen ini. Tak ayal, desa ini pun dinobatkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2001 silam.



Sumber:

travel.detik.com
dream.co.id