Blog Image

Blog

Big Ben: Sejarah, Nama Asli, dan Keakurantannya

August 18, 2019
/
Objek Wisata , United Kingdom
Big Ben: Sejarah, Nama Asli, dan Keakurantannya image

Via metro.co.uk



Kita semua setuju kalau Big Ben merupakan latar belakang foto yang paling sering diambil para turis saat bertandang ke London, Inggris. Menara jam itu menjadi landmark ikonis yang sering muncul dalam daftar wajib destinasi wisata London. Mengenai Big Ben ini, tahukah kamu bahwa jam empat sisi di menara itu merupakan salah satu yang paling akurat di dunia?

Big Ben selesai dibangun pada 1856 setelah dikonstruksi selama 13 tahun. Dengan demikian, Big Ben telah berumur lebih dari 160 tahun. Jam itu berdetik akurat karena diatur timbunan koin yang ditempatkan pada pendulumnya. Sejak selesai dibangun, menara jam setinggi 316 kaki itu sangat jarang berhenti berdetak.

Big Ben

Via washingtonpost.com

Big Ben sendiri merupakan jam empat sisi paling besar di dunia. Masing-masing sisinya berdiameter sepanjang 7 meter dan panjang jarum menitnya mencapai 4,2 meter.

Namun, terdapat salah kaprah dalam penyebutan menara tersebut. Big Ben sebenarnya adalah nama yang diberikan untuk bel raksasa di dalam menara. Tetapi, warga setempat dan turis justru populer menyebut menara itu sebagai Big Ben.

Nama menara itu sendiri sebenarnya awalnya adalah Santo Stefanus yang kemudian pada Juni 2012 diganti menjadi Menara Elizabeth untuk mengenang Ratu Elizabeth II. Menara Elizabeth dan Big Ben merupakan bagian dari gedung Houses of Parliament. Houses of Parliament dibangun untuk mengganti Istana Westminster yang kebakaran pada 1834.

Big Ben

Via lonelyplanet.com

Apakah Big Ben pernah rusak atau tak berfungsi? Ya, jam bersejarah ini pernah beberapa kali rusak.

Pada 1916, di masa Perang Dunia I, jam ini tak dioperasikan selama dua tahun. Loncengnya tak berdentang dan cahaya jam itu dimatikan untuk menghindari serangan bom dari Zeppelin Jerman.

Kerusakan besar dan satu-satunya terjadi pada 5 Agustus 1975, ketika mesin sistem yang mengatur detak jam rusak setelah lebih dari 100 tahun penggunaan. Selama sembilan bulan berikutnya, Big Ben total tak beroperasi selama 26 hari dan baru benar-benar beroperasi lagi pada 9 Mei 1977.

Jam ini menjadi sebuah lambang budaya penting bagi Inggris. Jam ini menjadi penanda khas kota London dan Inggris.

Big Ben

Via YouTube/Science Channel

Sayangnya, Menara Elizabeth dan Big Ben ditutup untuk umum hingga 2021. Sejak Agustus 2017, interior Menara Elizabeth dan Big Ben mulai direnovasi dan membutuhkan waktu sekitar 4 tahun pengerjaan. Oleh karena itu, tur ke dalam Menara Elizabeth sementara dihentikan.

Meski begitu, tampaknya turis cukup puas hanya bisa melihat Menara Elizabeth dari luar. Terbukti banyak turis menjadikan menara tersebut sebagai latar belakang foto.



Sumber:

kumparan.com
internasional.kompas.com