Blog Image

Blog

Tips Berwisata di Museum Louvre untuk Kunjungan yang Aman dan Nyaman

September 18, 2019
/
Panduan , Prancis , Tips
Tips Berwisata di Museum Louvre untuk Kunjungan yang Aman dan Nyaman image

Via louvre.fr



Tak hanya di Prancis, Museum Louvre juga merupakan salah satu museum paling populer di dunia. Banyak yang dapat kita pelajari di museum ini, mulai dari benda bersejarah hingga karya seni terkenal seperti lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Museum ini mudah dikenali dengan piramida kacanya yang jadi incaran turis untuk berfoto ria.

Kepopuleran museum ini menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya, tak heran museum ini sering kali terlihat ramai. Namun jangan menjadi malas untuk mengunjunginya hanya karena keramaiannya. Ada cara-cara supaya kita bisa menikmati kunjungan kita ke Museum Louvre di tengah-tengah keramaian tersebut. Berikut tipsnya.



Beli tiket secara online

Membeli tiket masuk secara online dapat menghindari antrean yang lebih panjang. Tentu saja antrean ini dapat memakan waktu lebih, sehingga bisa-bisa waktumu untuk menjelajahi Museum Louvre hanya sedikit, apalagi bagi yang hanya punya waktu liburan sedikit di Prancis.

Dalam tiket tersebut, kita juga bisa memilih hari dan waktu untuk mengunjungi museum. Pastikan saja tidak datang terlambat.



Pilih waktu yang tepat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, museum ini dikunjungi jutaan orang per tahunnya. Maka jika datang di waktu-waktu ramai, bisa-bisa kita tak akan menikmati karya seni di museum ini karena sibuk bersikutan dengan pengunjung yang lain.

Museum ini dibuka sejak pukul 9 pagi hingga 6 sore. Jika ingin lebih nyaman, datanglah di pagi hari, tepat ketika museum ini dibuka. Selain itu, kita juga bisa memilih malam hari pada hari Rabu atau Jumat, ketika museum ini dibuka hingga pukul 21.45.



Hindari masuk lewat jalur biasa

Louvre

Via getyourguide.com

Cara yang populer untuk masuk ke dalam Museum Louvre adalah melewati piramida kaca yang terkenal itu. Namun, dengan memilih jalur ini, sering kali kita akan dihadapkan pada antrean panjang.

Ada tempat masuk lainnya yang kurang populer sehingga tak terlalu ramai, seperti melewati pintu masuk bawah tanah melalui Carrousel du Louvre, di mana kita bisa langsung ke area pembelian tiket dan tempat pemeriksaan tiket. Jika ingin tetap melewati piramida kaca tersebut, kita bisa melewatinya saat keluar dari museum.



Beli fasilitas audio guide

Louvre

Via abc.net.au

Tak ada salahnya mengeluarkan uang sedikit untuk membeli fasilitas audio guide saat masuk ke museum ini. Audio guide di museum Louvre ini cukup canggih, karena juga meliputi GPS sehingga bisa mengarahkan kita ke tempat karya seni yang dituju atau bahkan bisa memberitahu karya seni apa yang ada di dekat tempat kita berdiri.



Jangan hanya datang untuk Mona Lisa

Louvre

Via pbs.org

Tak dapat dipungkiri, lukisan Mona Lisa merupakan lukisan paling populer di museum tersebut. Di depan lukisan tersebut umumnya ada puluhan orang yang berkumpul untuk mengambil foto.

Namun, jangan hanya datang ke Museum Louvre untuk Mona Lisa, karena masih banyak karya seni lainnya yang bisa kita nikmati. Ada lukisan Liberty Leading the People karya Eugene Delacroix, patung Winged Victory of Samothrace dan patung Venus de Milo dari zaman Yunani Kuno, lukisan Coronation of Napoleon oleh Jacques-Louis David, lukisan Raft of the Medusa, serta puluhan ribuan karya seni lainnya yang bisa kita lihat.

Mungkin kita tak akan bisa melihat satu per satu dari puluhan ribu karya seni tersebut dalam sehari. Untuk itu, sebaiknya pilihlah objek-objek yang ingin dilihat. Rencanakan sebelum mengunjungi museum dengan cara mencari informasinya, misalnya di internet.



Hati-hati copet

Paris, seperti juga kota lainnya di Eropa yang banyak dikunjungi turis, rawan akan copet. Apalagi di Museum Louvre yang terkenal ramai, banyak copet yang mengincar turis yang lengah dengan barang-barang mereka. Oleh karena itu, selalu pastikan dompet dan gadget tersimpan dengan aman di tas. Selain itu, selalu waspada dengan keadaan sekitar, terutama ketika sedang berdesak-desakan di dalam museum.



Sumber:

traveling.bisnis.com
superadventure.co.id