Blog Image

Blog

Negara-negara di Eropa Ini Punya Tradisi Unik saat Perayaan Natal

December 30, 2019
/
Info
Negara-negara di Eropa Ini Punya Tradisi Unik saat Perayaan Natal image

Via huffingtonpost.ca



Menghias pohon Natal, memberi kado, dan menyantap kue khas Natal adalah beberapa tradisi Natal yang umumnya kita dengar. Tapi karena Natal dirayakan di banyak negara, maka tentu ada tradisi-tradisi 'tambahan' yang menjadi ciri khas tiap-tiap negara tersebut, apalagi di Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani. Berikut beberapa tradisi Natal di beberapa negara di Eropa yang mungkin belum kamu ketahui.



Memberikan kado jelek di Jerman

Via blog.goethe.de

Jerman punya tradisi perayaan Natal yang bisa dibilang baru. Tradisi ini dikenal dengan nama 'Schrottwichteln' dan populer di kalangan generasi muda atau di tempat kerja.

Secara harfiah, Schrottwichteln ini berarti “Santa Rahasia Sampah”. Sesuai dengan namanya, mereka yang berpartisipasi akan beraksi seperti Sinterklas, membagi-bagikan kado secara rahasia.

Uniknya, jika biasanya kado Natal adalah hadiah yang bagus dan menyenangkan, dalam tradisi ini kado tersebut justru adalah hadiah yang jelek, bekas, aneh, dan tidak berguna. Namun, barang jelek tersebut tetap dibungkus dengan rapi dan cantik seperti kado pada umumnya.

Banyak orang yang menggunakan tradisi ini sebagai momen untuk membuang barang-barang tua dari rumah mereka. Idenya adalah untuk memberikan hadiah sejelek mungkin, mulai dari lampu yang rusak sampai kalender tahun tersebut yang tanggalnya sudah hampir habis.



Setiap Sinterklas di Prancis harus membalas surat anak-anak

Via mentalfloss.com

Pernahkah kamu mengirimkan surat ke Sinterklas dan bertanya-tanya apakah suratmu akan sampai? Kalau kamu tinggal di Prancis, kamu akan tahu jawabannya.

Prancis memiliki sebuah peraturan bahwa setiap surat yang ditujukan kepada Sinterklas harus dibalas. Peraturan ini sudah ada sejak 1962. Anak-anak biasanya menuliskan surat kepada Sinterklas sebelum Natal dan akan mengirimkannya lewat kotak-kotak surat yang sudah ditentukan. Ada tim khusus yang bekerja untuk membalas jutaan surat tersebut.

Pada malam Natal, anak-anak akan meletakkan wortel dan permen di dalam sepatu mereka untuk makanan hewan milik Sinterklas. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan hadiah dan kartu pos balasan surat mereka.



Ada setan Natal di Austria

Krampus

Via travelandleisure.com

Ternyata Natal tak selalu berhubungan dengan yang indah-indah. Setidaknya itulah yang dialami anak-anak di Austria. Mereka yang hidup dekat dengan Pegunungan Alpen ini harus dihantui rasa ngeri akan datangnya Krampus, sebuah figur setan yang jahat.

Jika anak baik diberikan kado Natal dari Sinterklas, maka anak yang nakal akan dimasukkan ke dalam karung dan diculik.

Ketika kebanyakan anak-anak di dunia tak bisa tidur karena menanti-nanti datangnya rusa terbang, peri rumah, dan Sinterklas, anak-anak di Austria ini tak bisa tidur karena justru takut menghadapi mimpi buruk bertemu Krampus.

Yang lebih menghantui, Krampus bukan hanya diceritakan tapi juga diperankan. Ada banyak orang dewasa di Austria yang memakai kostum Krampus pada malam hari dan berlari-larian di tengah kota mengejar anak-anak.



Italia tidak punya Sinterklas tapi penyihir

Via wbur.org

Anak-anak di Italia tidak mendapat kunjungan dari Sinterklas, melainkan dari sosok penyihir bernama La Befana. Menurut legenda, La Befana yakin bahwa Yesus seharusnya adalah putranya.

Sayangnya ketika tiga orang majus datang, ia lupa untuk membuka pintu rumahnya. Ia kemudian mengikuti bintang jatuh untuk menemukan Yesus.

Pada hari Natal, ia akan berkeliling untuk membagikan permen dan mainan untuk anak-anak baik. Sementara bagi mereka yang nakal, La Befana akan memberikan batu bara. Selain membagikan hadiah, La Befana juga akan menyapu setiap rumah yang ia kunjungi.



Sumber: kumparan.com