google-site-verification=AOYRHgpDOntB3EvRlySAl_jg6Wg0X4N6Y_61RowWP8U

Gunung Nemrut, Situs Warisan Dunia UNESCO


Gunung Nemrut, Situs Warisan Dunia UNESCO image

Jika kalian sedang berlibur ke Negara Turki, rasanya tidak akan lengkap kalau kalian belum mengunjungi tempat yang menjadi situs warisan dunia UNESCO ini.

Gunung Nemrut yang ada di Provinsi Adiyaman di Turki bagian tenggara ini telah terdaftar sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1987. Gunung setinggi 2.134 meter ini dikenal akan puncaknya yang memiliki sejumlah patung besar yang didirikan di sekitaran makam kerajaan dari abad ke-1 SM.

Gunung Nemrut atau yang biasa disebut Nemrut Dagi oleh warga sekitar merupakan bagian dari masa kejayaan Kerajaan Commagene di bawah kepemimpinan Raja Antiochus I Theos.

Sejarah Gunung Nemrut

Pada masa kejayaannya dulu, Raja Antiochus sengaja menciptakan sebuah pengkultusan kepada dirinya beserta keluarganya, dengan harapan ingin mengabadikan kejayaannya. Kemudian, di bawah perintahnya, dibangunlah sebuah komplek pemakaman di area pegunungan Nemrut yang bertujuan untuk mengakomodasi penyelenggaraan festival-festival keagamaan dan juga untuk memperingati hari kelahiran serta penobatan Raja Antiochus.

Makam itu dimaksudkan agar masyarakatnya akan tetap memuja dan menyembah Antiochus beserta keluarganya sampai berabad-abad, meskipun mereka sudah mangkat nantinya.

Sebuah prasasti yang ditemukan di situs Gunung Nemrut menyatakan kalau jasad sang raja disemayamkan di atas dunia, sebagai simbol penyatuannya dengan para dewa. Kalimat ini pun diartikan dengan pemakaman Antiochus beserta keturunannya berada di puncak gunung, yaitu Gunung Nemrut.

Makam Raja Antiochus dikelilingi oleh patung-patung raksasa sang raja, hewan-hewan yang dikeramatkan pada masa itu, serta patung para dewa. Ada patung Hercules, Zeus, Tyche dan Apollo, dewa-dewa yang dipuja oleh para penduduk Yunani kuno. Ada pula patung-patung Vahagn, Aramazd dan Ahura Mazda yang dipuja di Iran dan Armenia. Uniknya patung dewa di situs sejarah ini memiliki perpaduan ciri dari dewa-dewa Yunani, Persia, Iran, dan Armenia.

Menurut Kuriositas patung-patung itu menunjukkan percampuran budaya kawasan tersebut ribuan tahun lalu. Raja Antiochus sendiri memang memiliki darah Armenia dan Yunani, jadi wajar saja kalau dalam masa kepemimpinannya itu, terjadi pembauran budaya dari riwayat leluhurnya.

Tetapi setelah masa kepemimpinan Raja Antiochus berlalu, datanglah periode Kristen awal. Saat itu terjadi gerakan ikonoklasme, dan menjadikan patung-patung tersebut sebagai sasaran dari gerakan pemusnahan ikon atau gambar-gambar religius yang pada saat itu dianggap sebagai berhala. Akibatnya patung-patung dewa dan keluarga raja di Gunung Nemrut dipenggal dan beberapa di antaranya bahkan dihancurkan.

Saat para arkeolog berhasil menggali sisa kebudayaan Commagene, kepala para dewa yang terpisah jauh dari tubuhnya itu dikumpulkan kembali. Tetapi hingga saat ini patung-patung itu tidak pernah dipersatukan kembali. Selain itu menurut World Monuments Fund, patung-patung itu kondisinya tidak terlalu bagus karena terhempas cuaca ekstrem selama berabad-abad.

Uniknya, patung-patung itu, kini justru menjadi populer dikalangan para wisatawan nih! Tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi strategi bagi kamu yang suka menonton matahari terbit ataupun terbenam lho~!

Nah, untuk bisa pergi ke Gunung Nemrut, kamu bisa menyewa mobil ataupun mengikuti tour harian yang disediakan oleh 3 kota yang berada di dekat Gunung Nemrut ini.

Ketiga kota tersebut adalah Malatya, Kahta dan Adiyaman. Kamu bisa menaiki bus dari Goreme Bus Station  untuk sampai ke-3 kota ini. Atau kamu juga bisa pergi menuju Bus Station yang ada di Nevsehir atau Kayseri, kota besar di Cappadocia—yang tentunya memiliki lebih banyak pilihan bus menuju ke tiga kota di atas.


Related Post